cara mengukur bandwidth secara manual
LINK 1 ENTER SITE >>> Download PDF
LINK 2 ENTER SITE >>> Download PDF
File Name:cara mengukur bandwidth secara manual.pdf
Size: 3186 KB
Type: PDF, ePub, eBook
Category: Book
Uploaded: 1 May 2019, 16:58 PM
Rating: 4.6/5 from 801 votes.
Status: AVAILABLE
Last checked: 11 Minutes ago!
In order to read or download cara mengukur bandwidth secara manual ebook, you need to create a FREE account.
eBook includes PDF, ePub and Kindle version
✔ Register a free 1 month Trial Account.
✔ Download as many books as you like (Personal use)
✔ Cancel the membership at any time if not satisfied.
✔ Join Over 80000 Happy Readers
cara mengukur bandwidth secara manualNah mari kita mulai memahaminya: Contoh: bandwidth sebuah koneksi Internet adalah 60 Mbps artinya koneksi Internet tersebut mampu untuk memindahkan maksimal sebanyak 60 juta bit data tiap detiknya. Semakin banyak KRAN yang dibuka (misal Kran Wastafel dibuka, Kran Dapur juga dibuka) maka Debit air yang akan dapat mengalir di Bak Kamar Mandi akan semakin KECIL. Nah kalo di koneksi Internet, kalo pengin Koneksi Internet CEPAT maka ya Pasang aja FIBER OPTIC (mampu mengalirkan 100 Mbps hingga 100 Gbps sejauh 10 km untuk kabel singlemode, dan 100 Mbps hingga 9,92 Gbps sejauh 2 km untuk kabel multimode). Kalo pengin lebih murah namun lebih lambat ya pake UTP untuk kecepatan 10 Mbps hingga 1 Gbps sejauh 100 m. Memang bisa mencapai 30 Mbps sih kalo emang sepi misal tengah malam ?? Dengan demikian lebih stabil kecepatan koneksi Internet kita apabila kita menyewa paket DEDICATED artinya Provider Internet menjamin lebar”jalan” khusus yang memang hanya digunakan oleh kita (tidak dipake orang lain). Mirip kaya’ jaringan pipa air di rumah kos, makin banyak kamar kos yang membutuhkan air dengan debit sama (makin banyak kran), makin Besar pipa jaringan air yang dibutuhkan. Dalam konteks koneksi Internet, makin banyak Pengguna yang membutuhkan Kecepatan Koneksi Internet yang sama, makin Besar Bandwidth yang dibutuhkan kantor tersebut. INGAT: Jangan Hitung “keinginan” staf untuk Nonton Youtube atau Download Film Gratis dari Koneksi Internet Kantor! ?? Maka kebutuhan Bandwidth Kantor saya adalah: Currently, he is also in charge as the Chapter President of Association for Information Systems-Indonesia (AISINDO).Notify me of new posts via email. To find out more, including how to control cookies, see here. Apakah sesuai dengan yang disewa atau tidak. Pertanyaan seperti itulah yang kerapkali juga singgah kepada saya.http://airconbank.com/upload/fckeditor/cts-manual-testing-jobs.xml
- Tags:
- 1.0.
Apalagi dengan banyaknya layanan koneksi internet burstable atau up to, menimbulkan penasaran yang makin besar bagi pelangan internet, untuk mengetahui sebera besar kecepatan koneksi internetnya. Sebenarnya mengukur kecepatan akses internet bisa dikatakan sederhana tetapi ada beberapa parameter yang terkadang membuat rancu dan menimbulkan perdebatan.Ukuran umum untuk menentukan bandwidth adalah bps ( bit per second ) bukan byte per second. Misalnya kita berlangganan 512 kbps (baca 512 kilo bit per second). Sehingga dengan besar bandwidth yang disewa sebesar itu kecepatan koneksi internet yang kita peroleh dalam melakukan download adalah 64KBps. Ini juga akan mempengaruhi hasil pengukuran kecepatan akses internet. Beberapa paket yang lazim digunakan: Semakin besar pembaginya semakin menurun bandwidth yang diperoleh, namun semakin murah harganya. Misal paket Up to 1 Mbps. Satu pelanggan bisa memperoleh bandwidth sampai satu mega bit per second, tetapi biasanya tidak ada garansi minimal bandwidth yang diperoleh. Contoh paket ini adalah telkom speedy. Jadi jangan berharap terlalu banyak memperoleh nilai ukur yang sebesar maksimal yang diberikan. Kalau bisa sampai maksimal keuntungan bagi anda. Dengan lebih sering mengukur kecepatan akses internet paket ini dapat memberikan gambaran rata-rata kecepatan yang diperoleh. Seberapa jauh kecepatan akses internet antara harapan dan kenyataan dapat dimengerti. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihan. Menurut saya pakailah beberapa cara dan lakukan dalam beberapa kali pengukuran. Kesimpulan bisa diambil jika sudah dilakukan pengukuran beberapa kali. Hasilnya dapa t dilihat dengan melihat transfer rate pada pop-ip windows. Lokasi mencari file untuk di download yang cukup bisa diandalkan, selain torent search. Contoh Result dari Kernel.org ada di gambar bawah: Mengukur kecepatan akses internet dengan cara ini juga cukup bagus.http://www.farrowmemoryspeakers.com/userfiles/cts-manual-testing-openings.xml Mengukur kecepatan akses internet dari server-server ini menunjukkan kualitas link dari tempat anda ke Server tersebut. Bila kita berlangganan speedy dan melakukan tes bandwidth ke server speedy bisa jadi hasilnya akan berbeda dengan mengukur kecepatan akses internet di server lain. Kartu 3 paket unlimited. Speed yg sy dpt: Download 0.09mbps, upload 1.00mbps ping 500-an (lupa). Apa harus pakai modem eksternal? Proudly designed by Theme Junkie. Penjualan, Layanan Teknis, Training, dan semua aktivitas lainnya diliburkan.Kantor Yogyakarta beroperasi Senin - Jumat jam 09.00 - 17.00 WIB dan untuk QOS(Quality Simple Queue. Kita bisa melakukan pengaturan bandwidth secara sederhana berdasarkan. IP Address client dengan menentukan kecepatan upload dan download maksimum yang Parameter Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis manual. Satuan Konsep Limitasi Bertingkat bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik Pendefinisian ini bisa dilakukan Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit. Bandwitdh yang tersedia. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang tersisa akan diberikan Akumulasi Limit-at untuk 2 client. Bandwidth total masih tersisa 256kbps. Sisa diberikan Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan bandwidth Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, Perhatikan max-limit pada Limitasi Manager dan Limitasi Staff.Sehingga kemanapun Tidak hanya ke arah All Rights Reserved. Generated in 0.1381 second(s). Your IP: 5.227.15.1 Token ID: ffab278bf9bbb03483923e32a7b35231. Begitu pula di PT. LFC Teknologi Indonesia, semua kegiatan diperlukan akses internet, baik dari pengaksesan database, berkomunikasi antar konsumen dan supplier melalui aplikasi chat dan e-mail. Pada penelitian ini akan dilakukan optimalisasi jaringan internet dengan mengimplementasikan Quality of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing menggunakan firmware DD-WRT pada router Buffalo WHR-HP- G300N. Hasil pengukuran akan diolah untuk dianalisis nilai throughput, delay, packet loss, jitter, latency dan bandwidth guna untuk mengetahui kualitas jaringan internet sebelum dan sesudah optimalisasi serta ditampilkan dalam bentuk tabel beserta grafik perbandingan dan dibagi dalam dua (2) tahapan analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jaringan sesudah optimalisasi lebih stabil, cepat dan optimal dengan nilai throughput, delay, jitter, latency dan packet loss terendah. Sedangkan nilai kecepatan bandwidth sesudah optimalisasi mengalami kenaikan. Kata kunci: quality of service, limit bandwidth, load balancing, DD-WRT, router buffalo. Download full-text PDF Pada peneli tian ini akan dilakukan optimalisasi jarin gan internet dengan mengimplem entasikan Quality of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing menggunakan firmwar e DD -WRT pada router Buffalo WHR- HP - G300N. Hasil pengukuran akan diolah untuk dianalisis nila i throughput, delay, packet loss, jitter, latency dan bandwidth guna untuk mengetah ui kualitas jaringan in ternet sebelum dan sesudah optim alisasi serta ditampilkan dalam bentuk tabel beserta grafik perbandingan dan dibagi dalam dua (2) tahapan analisis. Da ri hasil penelitian dapat disimpulkan b ahwa jaringan sesudah optimalisasi l ebih stabil, cepat dan optimal dengan nilai throughput, delay, jitter, latency da n packet loss terendah. Kata kunci: quality of service, limit bandwidth, load balancing, DD-WRT, router buffalo.. ABSTRACT Internet in the current er a becomes a necess ity in doing everything. As w ell as in PT.http://www.indianantique.com/images/cara-membaca-termometer-manual.pdf LFC Teknologi Indonesia, all activities r equired internet access, either from acces sing the database, communicating between consumers and suppliers through chat and e-mail application. This research will be carried out to optimize the I nternet by implementing Quality of Service, Bandw idth Limit and Load Balancing using DD -WRT firmware on Buffalo router WHR- HP -G300N. The results of measurement will be processed to analyze the value of throughput, delay, packet loss, jitter, latency and bandwidth in order to know the quality of internet network before and after optimizati on. The results will also presented in form of tables along with comparison graph and divided in two (2) analysis phase. From the results of the research can be concluded that the network after optimization is more stable, f ast and optimal with the lowest throughput, delay, jitter, latency and packet loss. While the value of the bandwidth speed increased after optimization. Den gan bertambahnya pe ngguna internet setiap h arinya, maka kebutuhan akan bandwidth pun semakin tinggi. Untuk organisasi besar atau perusahaan seperti PT. LFC Teknologi Indonesia sangat membutuhkan bandwidth yang besar untuk melancarkan proses kerjanya. PT. LFC Teknologi Indonesia merupakan sebuah perusahaan PMA yang bergerak dibidang distribusi, pemeliharaan dan penyedia solusi di bidang metrol ogi, pemotongan, laser dan mesin industri berat. PT. LFC Teknologi Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah principal yan g berasal da ri berbagai negara seperti Jepang, Italia, Je rman, Belanda, Taiwan, China dan lain-lain. Te ntunya u ntuk berkomunikasi jarak jauh dengan principal membutuhkan komunikasi antar e- mail, video call, maupun d i Maka itu, dibutuhkan koneksi internet untuk melancarkan semua proses komunikasi baik antar principal maupun antar pelangga n. Masalah yang ser ing terjadi di PT. LFC Teknologi Indonesia ialah ketika b erkomunikasi dengan principal m enggunakan video call, sering terjadi lag da n packet loss. Hal ini disebabkan karena pengalokasian bandwidth yang tidak maksimal. Selain itu, bandwid th yang tersedia juga terbatas sehingga terjadi saling tar ik-menarik bandwidth antar sesama pengguna yang be rada didalam suatu jaringan tersebut. Faktor ini dikarenakan bertambah banyaknya pengguna pada suatu jaringan tersebut, maka bandwidth yang ada terbagi ke semua pengguna sekaligus. Setelah ditelusuri, t enyata t erdapat beberapa cara seb agai solusi yang dapat mengoptimalkan bandw idth yang d imiliki mencapai kinerja maksimal sehingga tidak sering terjadi delay, packet loss dan jitter dalam pemakaian internet. Quality of Service (QoS) j uga m enempatkan beberapa batasan d alam bentuk kendala tertentu dalam perjalanan jaringan. Skema Quality of Service merupakan antrian menyediakan layanan jaringan yang dapat diprediksi dengan menyediakan bandwidth khusus, jitter dan latency terkontrol, dan karakteristik packet loss yang lebih baik. Kemampuan Quality of Service mengacu pada tingkat kecepatan dan kehandalan peny ampaian berbagai jenis beban dat a di da lam suatu komunikasi. Level yang tinggi pada jitter dal am aplikasi berbasis User Datagram Protocol ( UDP ) merupakan situasi yang tidak dapat diterima dimana aplikasi merupakan aplikasi real time, seperti sinyal aud io dan video. Pada kasus seperti itu, jitter akan menyebabkan sinyal terdistorsi, yang dapat diperbaiki hanya dengan meningkatkan buffer di antrian. d. Packet los s didefinisikan sebagai kegaga lan t ransmisi paket IP mencapai t ujuannya. Kegagalan paket tersebut untuk mencapai tu juan dapat diseb abkan o leh beberapa kemungkinan yaitu terjadinya overload trafik didalam j aringan, t abrakan ( congestion ) dalam jaringan, error yang terjadi pada m edia fisik, kegagalan yang terjadi pada sisi penerima a ntara lain bisa disebabkan karena overflow yang terjadi pada buffer. 1.2 Load Balancing Jaringan Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimban g, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu j alur koneksi. Load Balancing berguna untuk membagi beban jaringan ( traff ic ) melalui beberapa link network yang tersedia untuk meningkatkan throughput, mengurangi response time maupun Cara kerja load balancing ialah dengan menggunakan bebe rapa peralatan yang sa ma untuk menjalankan tugas yang sama. Hal ini memungkinkan pekerjaan d ilakukan dengan lebih cepat dibandingkan apabila hanya d ikerjakan oleh 1 (satu) pe ralatan sa ja dan dapat meringankan beban kerja peralatan, serta mempercepat wakt u respon. Load Balancer bertindak sebagai pe nengah di antara layanan utama dan pengguna, dimana layanan utama merupakan sekumpulan server atau mesin y ang si ap melayani banyak pengguna. Dengan dua at au lebih server y ang saling berbagi beban lalu l intas web, masin g-masing akan berjalan lebih cepat karena b eban tidak berada pada 1 (satu) server saja. Ini be rarti ada l ebih banyak s umber daya untuk m emenuhi permintaan halaman website. b. Redundansi Dengan load balancing, akan mew arisi sediki t redundansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang d i 3 (tiga) server dan salah satu server ber masalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita tidak akan menyadari downtime apapun. 1.3 Limit Bandwidth Bandwidth adalah besaran u ntuk menunjukkan se berapa banyak dat a yang dapat dilewatkan da lam koneksi melalui sebuah netwo rk. Bandwid th mengacu pada jumlah informasi yang dapat dikirim pada waktu t ertentu sepanjang jalur data. Manajemen band width juga merupakan seperangkat teknik dan alat yang d itujukan untuk me ngurangi segmen kritis dalam jaringan yang mencakup ko mpresi data, prioritas bandwidth berdasarkan kriteria t ertentu, pem blokiran, pe mbentukan lalu l intas, pe ngendalian lalu lintas, dan l ain-lain. Tujuan pengelolaan band width adalah untuk mengoptimalkan k inerja jaringan agar bisa diamankan. Di dalam dunia internet seri ng di dengar istilah limiter a tau pembatasan kecepatan untuk melakukan akses ke internet. Berdasarkan teori-teori yang telah d iperoleh dan dijelaskan, maka kerangka berpikir dari pe nelitian, digambarkan pada kerangka pemikiran yang disajikan pada gambar di bawah ini. O leh sebab itu, desain pene litian yang baik dibagi menjadi dua tipe yaitu, eksploratif dan konkl usif. Desain penelitian konklusif dibagi lagi menjadi dua tipe y aitu deskriptif dan kausal. Penelitian deskriptif memili ki pernyataan yang jelas mengenai per masalahan yang dihadapi, hipot esis yang spes ifik, da n informasi detail yang d ibutuhkan. Adapun ra ncangan penelitian dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 2. Desain Penelitian 2.2 Operasional Variabel Variabel penelitian adalah segala sesuatu y ang be rbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditar ik kesimpulan. Variabel yang digunakan da lam penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu variabel independen ( bebas) dan variabel dependen (terikat). Variabel independen yaitu variabel yang menjelaskan dan memengaruhi Host seperti PC, Smartphone dan Laptop terhubung ke jaringan melalui kabel LAN atau Wi - Fi. Gambar 3. Object Monitoring Jaringan Internet PT. LFC Teknologi Indonesia 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 An alisis Deskriptif Pengukuran Qualit y of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing pada jaringan internet di PT. LFC Tekno logi Indonesia dipantau secara bert ahap dalam jangka w aktu 4 ( empat) hari, terhitung dari tanggal 6 dan 7 Januari 2018 sebagai tahap 1 (satu) sebelum melakukan implementasi dan tanggal 13 dan 14 Januari 2018 sebagai tahap 2 (dua) setelah mel akukan im plementasi. Untuk m engimplementasikan rencana yang t elah disusun, maka model dar i sistem traffic monitoring network dan para meter Quality of Service yang digunakan untuk pengukuran kualitas jaringan internet adalah bandwidth, throughput, delay, jitter, latency dan packet loss. Sedangka n untuk Limit Bandwidth parameternya merupakan band width download dengan kondisi pada saat mengunduh file se cara bersamaan dengan 3 user atau lebih. Ping dan request timeout ( R TO ) m erupakan parameter untuk pengukuran kuali tas ja ringan pada saat di terapkan load balancing. Hasil dar i pen gukuran akan di paparkan dalam bentuk an alisis deskriptif yang hasil pengukurannya diperoleh dari aplikasi NetWorx, Axence NetTools, Internet Dow nload Manager dan aplikasi website dari speedtest.net, sourceforge.net dan info.onsip.com. LFC Teknologi Indonesia yang di ukur dengan aplikasi Speedtest sebesar 30650 kbps untuk download, seda ngkan untuk upload m emiliki kecepatan sebesar 18540 kbps, dari hasil pengamatan at au pengukuran i ni dapat di simpulkan b ahwa pengukuran den gan m enggunakan a plikasi Speedtest dapat memperlihatkan kecepat an internet pada kone ksi internet di PT. LFC T eknologi Indonesia. LFC Teknologi I ndonesia sesudah diimplementasi Quality of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing yang di ukur den gan aplikasi Speedtest sebesar 95190 kbps untuk download, sedangkan untuk upload memiliki kecepatan sebesar 16980 kbps. Dari hasil pengamatan atau pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa pengukuran dengan menggunakan aplikasi Speedtest dapat memperlihatkan kecepatan internet di PT. LFC Teknologi Indonesia yang sesudah diimplemen tasi Quality of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing. Untuk hasil pe ngukurannya dapat dilihat dari grafik berikut: Gambar 5. Grafik Pengukuran Kecepatan Internet Tahap Dua 3.3 Analisis Quality of Service (QoS) dengan Axence NetTools Pengukuran Quality of Service dilakukan dengan cara mencoba alamat website pada a lat ukur yang digunakan y aitu Axence NetTools. Alamat website yang dijadikan percobaan ada empat website yang kemudian dijadikan perco baan dalam monitoring Quality o f Service. Diantaranya adalah www.lfc.co.id, www.lfc.com.sg, www.yakinmaju.com dan server.lfc.local. Keem pat website tersebut di gunakan untuk mengukur nilai throughput, delay, latency dan jitter. 3.3.1 Analisis Pengukuran Nilai Throughput Pada saat transmisi data y ang te lah dimonitor ing oleh A xence NetTools da n d i- capture, maka hasil throughput adalah bits per second. Peneliti merubah satuan bits per second ke kilo bits per second. Dapat dilihat hasil analisis throughput menunjukkan bahwa t ahap 1 y aitu j aringan internet di PT. Data packet loss j uga diambil dari pengukuran perintah ping ya ng menggunakan software Axence NetTools.Pengukuran dilakukan dengan 2 tahapan yaitu sebelum dan sesudah diimplementasi Limit Bandwidth dan d iuji dengan mengunduh sebuah f ile secara bersamaan oleh 3 user menggunakan software Internet Download Manager. Hasil pengukuran Limit Bandwidth dapat disimpulkan bahwa setelah diimplementasikan limit bandwidth, jaringan internet di PT. Perancangan Load Balancing Dual WAN dengan 2 ISP yakni ISP pertama dari Telkom dan ISP kedua dari Indosat Hotspot. ISP pertama Telkom dikoneksikan ke modem ZTE dan disambungkan k e wireless router Buffalo HP-WHR-G300N. Sedangkan untuk ISP kedua, Indosat disambungkan ke wireless router Buffalo W HR- HP -G300N melalui wireless router Asus R T-N15U dengan cara mengaktifkan hotspot dari smartphone dan di koneksikan ke wireless router Asus RT-N15U dengan metode bridge. Dari tabel dibawah dapat disimpulkan b ahwa pada tahapan analisis 1 dengan kondisi internet terkoneksi dua I SP (Internet Service Provider), terdapat nilai maksimum ping 38 ms dan request timeout 0 kali dengan ISP Telkom sebagai koneksi utama. Sedangkan pada t ahapan analisis 2 dengan ko ndisi ISP Telkom (utama) dimatikan, maka j aringan tersebut mengalami re quest timeout sebanyak 2 ka li sebelum tersambung ke ISP Indosat (cadangan) sert a mengalami perubahan ping dari maksimum 1040 ms menjadi 38 m s. Untuk tahapan analisis 3 y aitu ISP Indosat terkoneksi dan ISP Telkom dimatikan m engalami request timeout sebanyak 2 kali dan maksimum ping dari 2063 ms menjadi 38 ms. Tabel 12. Hasil pengukuran load balancing Tahapan Analisis Kondisi Jaringan Max Ping Request Time Out 1 Terkoneksi 2 ISP 38 ms 0 kali 2 ISP 1 (Telkom) dimatikan 1040 ms 2 kali 3 ISP 2 (Indosat) dimatikan 38 ms 2 kali 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pe ngujian da n pe mbahasan implementasi opt imalisasi jar ingan internet denga n fitur Quality of Service yang diuji dengan menggunakan aplikasi NetWorx, Axence N etTools, dan We b Apps serta fitur Limit Bandwidth da n Load Balancing yang diuji de ngan menggunakan ap likasi Internet Download Manager dan tes ping pada jaringan internet di P T. LFC Teknologi Indonesia, maka penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: a. Pemantauan traffic jaringan internet yang dilakukan di PT. L FC Teknologi Indonesia dibagi dalam 2 t ahap yaitu tahap pert ama merupakan pe mantauan jaringan se belum melakukan implementasi Quality of Service, Limit Bandwidth dan Load Balancing, sedangkan t ahap kedua merupakan pemantauan jaringan sesudah melakukan optimalisasi. Masing-masing tahap dilakukan pemantauan j aringan dalam 2 hari. Jar ingan internet tahapan kedua lebih st abil dan Tahapan kedua dengan dimatikan ISP dari Tel kom, mengalami perubahan ping dari maksimal 38 ms m enjadi 1040 ms dan 2 kali request time out. Perubahan ping merupakan pergant ian dari koneksi ISP Telkom menjadi koneksi ISP Indosat dan dapat ditarik kesimpulan bahwa perga ntian tergolong cepat dengan jeda hanya 2 kali request time out. Begitu j uga dengan tahapan ketiga dimana koneksi ISP dari Indosat dimatikan, pergan tian koneksi ke ISP Telkom dengan maksimal ping dari 2063 ms menjadi 38 ms dan request time out sebanyak 2 kali.Packet loss bisa terjadi karena faktor bertambah banyaknya pengguna pada suatu jaringan yang saling tarik menarik bandwith (23). Dengan menggunakan QoS policies dapat ditentukan user atau host mana saja yang mendapatkan prioritas disaat terjadinya network congestion, sehingga dapat meminimalisir terjadinya packet loss.. CONGESTION CONTROL PADA JARINGAN KOMPUTER BERBASIS MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) Article Apr 2020 Ida Nurhaida Ichsan Ichsan Penelitian ini dilakukan untuk menguji metode congestion control dengan penerapan QoS-Policies pada jaringan Multi Protocol Label Switching (MPLS). Parameter QoS (Quality of Services) yang diuji dalam penelitian ini berupa delay, troughput, jitter dan packet loss. Nilai-nilai yang didapatkan dari paramater tersebut kemudian dibandingkan dengan standar dari Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON) dengan tujuan untuk mengetahui kualitas layanan pengiriman data pada jaringan MPLS ketika terjadi network congestion di lintasanya. Setelah melakukan proses perancangan, pengujian dan analisa, hasil yang didapat menunjukkan peningkatan nilai-nilai parameter QoS. Sensor merupakan jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan alat tes buta warna dengan menggunakan mikrokontroller secara otomatis untuk menghindari prosedur yang cukup lama, selain itu menerapkan mikrokontroller atmega 328 sebagai alat tes buta warna untuk menghindari kemungkina kesalahan yang dikerjakan secara manual oleh petugas, dan menerapkan infrared IR wireless remote control sebagai petugas pengawas. Alat tes buta warna yang dibuat ini menggunakan IR remote yang berfungsi sebagai mengirimkan angka yang nantinya akan ditampilkan kedalam LCD display. Setelah angka diinput nanti motor servo akan melakukan putaran untuk menggulung kertas sesuai dengan urutan angka tes buta warna ditahap simpan jawaban setelah pengguna menekan tombol ok maka Arduino akan melakukan pemprosesan perhitungan dan mengeluarkan nilai keluar pada output pada thermal printer. Setelah dilakukan pengujian alat tes buta warna ini bekerja dengan baik. Alat ini berfungsi sebagai alat yang otomatis karena adanya Infrared IR wireless remote control sehingga bisa diatur dari jarak jauh. Eng. Innov. Technol., vol. 1, no. 5, pp. 105-110, 2012. Implementasi Bandwith Management dan Firewall System Menggunakan Mikrotik OS 2.9.27 Article Full-text available Apr 2014 Fatsyahrina Fitriastuti Dodi Prasetyo Utomo At present, internet access not only performed using a personal computer (PC) or a laptop, but can use other mobile devices with ease, including tablets, iPhone, and smartphones. More and more devices to access theBut it turns out that happened on the field at any bandwidth that could have gone only used by multiple devices. This is because there are no restrictions or bandwidth settings for each user. This research seeks to implement bandwidth management using simple queue and queue trees and implementing a firewall system using mangle and filter rules. This study uses the OS Mikrotik 2.9.27 as a router. The results of this study can be proved that by using MikroTik router OS 2.9.27 can be generated that serves as a limiter device and a firewall system, using a firewall filter rules and coupled with the layer 7 protocols can be made a router that serves as a barrier to access some sites desired, and using the limiter firewall mangle and queue trees can be distinguished browsing and downloading speeds. Keyword: bandwith management, firewall system, Mikrotik. View Show abstract Implementasi Load Balancing Web Server menggunakan Haproxy dan Sinkronisasi File pada Sistem Informasi Akademik Universitas Siliwangi Article Full-text available Aug 2017 Alam Rahmatulloh Firmansyah Maulana Sugiartana Nursuwars Saat ini Universitas Siliwangi memiliki populasi pengguna Sistem Informasi Akademik sebesar 12829 orang yang terdiri dari mahasiswa, karyawan dan dosen. Dengan arsitektur server tunggal saat ini, sering terjadi overload jika banyak request user secara bersamaan seperti pada kegiatan pengisian kartu rencana studi mahasiswa. Hal ini menimbulkan kondisi server down karena matinya aplikasi web server dan database server sehingga banyak user yang tidak dapat dilayani dengan kondisi server tunggal. Arsitektur multi server dengan memanfaatkan load balancing web server merupakan salah satu solusi yang dianggap efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut. Konsep load balancing web server dengan high availability memungkinkan proses request pada Sistem Informasi Akademik dibagi secara merata ke beberapa server. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu load balancing dapat bekerja dengan baik ketika request datang dari client telah berhasil didistribusikan balancer secara merata kepada setiap node cluster. Sehingga server tidak mengalami overload dan kemampuan web server bisa melayani 10.000 request dengan tidak mengalami error request. Selain itu, penerapan sinkronisasi file bekerja dengan baik dimana file yang diupload pada node 1 akan disinkron ke setiap node 2 dan node 3 pada cluster, begitu juga sebaliknya karena sinkronisasi file ini bersifat dua arah. View Show abstract A Survey on Storage Techniques in Cloud Computing Article Full-text available Apr 2017 Samson B. Akintoye Antoine B. Bagula Yacine Djemaiel Noureddine Bouriga View Management and Control of Bandwidth in Computer Networks Article Full-text available Jul 2012 Richmond U Kanu Shade O Kuyoro Sam Ogunlere Aderonke Adegbenjo The need for good and reliable data transmission within computer network and internet forms the basis for management and control of bandwidth. Without bandwidth management, an application or user will not be able to control all available bandwidth and prevent other applications or users from using the networks. It will be impossible to differentiate between various network traffics, and it will also be difficult to control which user or application has priority on the network. Applications which require specific quantity and quality of service may not be predicted in terms of available bandwidth, thus making some applications run poorly due to improper bandwidth allocation. This work focus on the development of an application to combat the challenges facing easy flow of data transmission problems in network design as organization network evolves. PHP Script, Apache Server and MySQL are the development tools used. View Show abstract Implementation of Bandwidth Management Authentication Article Full-text available Feb 2016 Haviluddin Haviluddin View Characterization of QoS Based Routing Algorithms Article Shuchita Upadhyaya Gaytri Devi In recent years, there has been an increasing demand for Internet based multimedia applications. The continuous demand for exchanging multimedia information over the Internet is calling for new networking services that are geared towards providing guarantee of service.